Artifial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan jika dibahasakan indonesia merupakan sebuah teknologi yang sangat ngetrends belakangan ini. Beberapa waktu yang lalu blog yokiandika juga sudah membahas mengenai machine learning yang merupakan salah satu sub-topik kecerdasan buatan, dimana saya membahasi mengenai mitos dan fakta mengenai machine learning.

Artifial Intellegence atau kecerdasan buatan adalah sebuah cabang ilmu komputer (Computer Science) yang bertujuan untuk menciptakan sebuah sistem (biasanya berupa perangkat keras yang dijalankan menggunakan perangkat lunak) yang cerdas atau pintar.

Beberapa tahun ini AI menjadi sorotan utama bagi industri teknologi, kenapa? Karena industri teknologi dibeberapa tahun ini sudah banyak mengembangkan berbagai teknologi berbasis, AI dan kecerdasan buatan ini.

Teknologi Artificial Intellegence ini mengadopsi atau mensimulasikan proses kecerdasan manusia yang dilakukan oleh sebuah mesin atau perangkat. Proses membangun sistem kecerdasan ini dibagi menjadi beberapa proses, yaitu learning, reasoning, self-correction.

Ai ini bisa dikategorikan menjadi AI lemah dan Kuat. AI lemah atau bisa disebut dengan narrow AI, sebagai contoh adalah Apple Siri, Google Assitant dan Amazon Alexa. Narrow AI ini dibuat untuk menyelesaikan beberapa pekerjaa yang telah ditentukan. Sementara itu AI kuat dibuat dengan pendekatan yang lebih menyerupai proses belajar kecerdasan manusia. AI kuat ini bisa disebut dengan AI pada umumnya, dimana terdapat proses self-correction, dan berhubungan dengan tugas - tugas yang belum pernah dikerjakan oleh mesin sebelumnya.

Tipe - Tipe Artifial Intellegence dan Kecerdasan Buatan 

Menurut dari salah satu artikel berikut ini, seorang professor dari universitas Michigan yang bernama Arend Hintze mengkategorikan AI atau Kecerdasan buatan menjadi beberapa tipe. Setiap tipe memiliki keunikan tersendiri yang bisa dilihat dari fungsi dan algoritma. Berikut adalah tipe - tipe Ai atau kecerdasan buatan menurut Arend Hintze : 

Reactive Machine - Sebagai contoh adalah program robot yang dibuat sebagai bentuk mengantisipasi kejadian atau gerakan tanpa menyimpan data untuk proses learning atau pengambilan keputusan di masa yang akan datang. 

Contoh dari reactive learning ini adalah program catur dari IBM, kemudian AI yang dikembangkan oleh valve di dalam permainan game DOTA 2. AI disini bekerja menebak kemungkinan yang diambil lawan dan kemungkinan yang bisa diambil program tersebut guna bisa mengeluarkan potensi terbaik mereka.

Limited Memory - Sistem kecerdasan buatan bertipe ini lebih canggih jika dibandingkan dengan sistem sebelumnya. Limited memory menyimpan keputusan - keputusan yang sudah mesin ini ambil di masa lampau guna dijadikan pertimbangan di pengambilan keputusan masa yang akan datang.

Sebagai contoh nyata dari artificial intellegence bertipe ini adalah self-car driving, yang sudah dikembangkan oleh google. Kemungkinan penambahan jalur, perubahan keadaan jalan (line) sangat bisa terjadi sehingga self-driving car ini dibekali dengan kemampuan untuk menyimpan data sebelumnya. 

Menurut Arend Hintze, kedua jenis AI diatas merupakan artificial intellegence yang sangat umum dikembangkan dan sudah ada contoh nyata-nya. Namun Arend juga menambahkan bahwa kemungkinan akan ada tipe AI yang belum ada di masa sekarang akan berhasil dikembangkan di masa yang akan datang.

Theory of Mind - Arend percaya bahwa seperti dengan manusia bahwa mesin juga memiliki beberapa keinginan dan kebebasan dalam pengambilan keputusan. Dan tentunya kecerdasan buatan bertipe ini belumlah ada.

Self-Awarness - Dalam tingkat ini mesin AI dan kecerdasan buatan memiliki sebuah "kesadaran". Dimana bisa memperhatikan apa yang terbaik untuk dirinya.

Setelah mengetahui tipe - tipe dari AI dan kecerdasan buatan kita akan melanjutkan pembahasan di artikel ini dengan penerapan artificial intellegence dan kecerdasan buatan di dalam kehidupan sehari - hari.

Penerapan Artificial Intellegence dan Kecerdasan Buatan

Manfaat dari teknologi memang sangat banyak. Jika diterapkan dalam kehidupan sehari - hari bahkan teknologi bisa membantu kehidupan menjadi lebih baik, salah satu alasan saya gemar dengan teknologi adalah fakta bahwa teknologi bisa diterapkan ke semua sisi kehidupan seperti kesehatan, bisnis dan keuangan, pendidikan, dan lain - lain.

Kali ini kita akan membahas penerapan artificial intellegence dan kecerdasan buatan lebih lanjut : 

Di Bidang Kesehatan - Sebagai contoh nyata dari program AI dan kecerdasan di bidang kesehatan adalah IBM Watson. Tujuannya adalah mempercepat proses dalam mendiagnosis pasien dan rekomenasi pengobatan pasien. IBM Watson ini melihat sejarah data pasien, dan menggunakan data tersebut dalam pengambilan keputusan untuk mendiagnosis dengan tepat. 

Selain itu kecerdasan buatan dari IBM ini juga dilengkapi dengan chatbot, atau sering disebut dengan mesin customer service pintar yang digunakan untuk menjawab pertanyaan berkaitan dengan pasien dan mampu membuat jadwal bertemu dan berkonsultasi dengan dokter.

Di Bidan Bisnis dan Keuangan - Di dunia bisnis dan keuangan sudah banyak sekali software yang dibuat menggunakan pendekatan kecerdasan buatan untuk membantu memudahkan pengambilan keputusan. Sebagai contoh adalah software CRM, kemudian ada juga beberapa software keuangan yang digunakan untuk kelayakan peminjaman, dan sebagainya.

Di Bidang Manufaktur - Di bidang yang satu ini masih dalam pengembangan, dan belum ada yang full ditangani oleh software. Konsep di bidang manufaktur ini adalah semua mesin menggantikan pekerjaan berat yang dilakukan oleh manusia guna memberikan output yang cepat.

Nah, jadi bagaimana nih menurut pendapat kalian? apakah bahasan mengenai kecerdasan buatan ini menarik? atau kalian memiliki unek - unek untuk ditambahkan? silakan langsung saja submit di kolom komentar ya? 

Terimakasih!


Baca juga artikel :