Pembahasan IOS dan Android memang sangat menarik untuk diikuti karena keduanya merupakan raksasa yang menguasi Operating System (OS), setiap smartphone yang mungkin sedang kalian gunakan saat ini. Beberapa waktu lalu saya sudah menulis artikel mengenai pembahasan Android VS Iphone yang intinya, sebenarnya jika mau membandingkan ya harus adil OS dibandingkan dengan OS, dan perangkat smartphone juga harus dibandingkan dengan perangkat smartphone.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat memikirkan alasan kenapa ketika kita membeli sebuah Iphone orang tidak pernah meilihat spesifikasi seperti RAM, para penggemar Iphone hanya memperhatikan memori internal yang ada di perangkat berlogo apel itu.

Kemudian saya membaca beberapa website, salah satunya adalah gsmarena, yang menyediakan spesifikasi dari smartphone. Dari sini saya mendapatkan fakta yang sangat mencengangkan. Apa faktanya? Setiap produk khususnya flagship smartphone ber-OS Android keluar, mereka selalu menyematkan RAM yang paling tidak terdapat peningkatan. Seperti galaxy note 9 yang memiliki RAM hingga 6GB, atau Samsung Galaxy S7 yang memiliki RAM lebih besar dari generasi sebelumnya. Tapi jika dilihat di perangkat Iphone kita tidak memiliki begitu banyak varian RAM yang beragam.

Dari situlah timbul pertanyaan, kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah IOS membutuhkan lebih sedikit RAM daripada OS Android? Oke kita akan membahas satu persatu dari pertanyaan ini secara lengkap.

Dissclaimer : Jawaban ini merupakan penjelasan ulang dengan bahasa blog yokiandika sendiri. Untuk penjelasan murni dari RAM Android VS RAM IOS, bisa kalian lihat di android authority karena penjelasan ini berdasarkan dari penjelasan di website tersebut. Blog yokiandika hanya berusaha menjelaskan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami agar teman-teman sekalian lebih bisa memahami mengenai pembahasan RAM ini.
Langsung saja kita bahas satu persatu.

Cara Kerja RAM di IOS dan Android

Saat ini kita sedang membicarakan memori yang ada pada RAM, kita tidak sedang membicarakan memori internal atau memori eksternal melainkan jika kalian mendengar kata memori berarti itu mengacu pada memori yang ada pada RAM.

Cara kerja RAM sendiri mempunyai prinsip yang sama baik di dekstop maupun di perangkat smartphone. Cara kerjanya adalah memori RAM digunakan untuk menyimpan data sementara dari proses yang dilakukan oleh sebuah aplikasi agar aplikasi atau proses tersebut bisa ditampilkan secepatnya.

Atau bayangkan saat kita membuka dua aplikasi whatsapp dan gmail. Kita bisa membuka dua aplikasi dengan cepat, saya melakukan chatting dengan teman saya anggap namanya Rudi, kemudian saya buka gmail saya ingin mengirim email ke bos saya, tapi tiba tiba rudi membalas chat wa dan saya membuka wa kembali dan membalas si rudi, saat saya kembali ke aplikasi gmail, saya akan mendapati tampilan sama persis seperti terakhir kali saya menggunakan gmail, singkatnya hal itu dilakukan oleh memori RAM.

Kita analogikan seperti saat kita ingin menata buku (banyak buku di sebuah rak buku), kita ingin menata buku berdasarkan dengan jenis buku (fiksi, non-fiksi dll). Nah saat kita memilih buku fiksi dari gudang kita meletakkan buku - buku fiksi ke sebuah meja dulu baru kemudian barulah kita letakkan di rak bagian buku fiksi. Meja sebagai tempat penyimpanan buku fiksi tersebut bisa kita ibaratkan dengan RAM yang ada di dekstop maupun smartphone.

Tapi bagaimana jika kita ingin menata 3 jenis buku sekaligus secara bersamaan? apakah meja tersebut cukup untuk menyimpan buku - buku dengan jenis berbeda? Inilah yang menjadikan android dan IOS sangat unik. 

Jika kita lihat di perangkat dekstop baik linux, windows, maupun macOS proses tersebut akan diatur dengan teknik yang disebut swapping. Dengan teknik swapping ini, aplikasi yang kita minimize atau kita jadikan background, semua datanya akan disimpan di memori internal (lebih tepatnya hardisk) sementara, dan saat kita membuka aplikasi tersebut entah 2 minggu setelahnya kita masih tetap melihat apa yang sedang kita kerjakan. 

Sebagai contoh saya membuka aplikasi di aplikasi notepad++ dan mengetikkan beberapa kalimat, dan saya membuka aplikasi lain sampai memori RAM habis. Kemudian 2 minggu lagi saya buka notepad++ maka saya akan tetap menemukan catatan yang saya tulis sama seperti saat saya menulis 2 minggu lalu/

Nah sayangnya teknik swapping ini tidak berlaku di OS Android dan IOS, kenapa? karena perangkat Android dan IOS memiliki pendekatan berbeda, kedua OS ini menggunakan pendekatan yang disebut dengan decompressing. Intinya saat kita membuka aplikasi baik di Android dan IOS, kemudian kita membuka aplikasi lain sampai memori RAM penuh, RAM akan melakukan sebuah proses untuk mengkompres dirinya dan menghilangkan aplikasi yang sudah lama tidak kita buka.

Sebagai contoh : saya membuka aplikasi whatsapp, gmail, dan game Hago. Nah ketika saya membuka aplikasi yang lain lagi misal youtube, maka salah satu dari aplikasi entah itu whatsapp, gmail, atau game Hago akan dihilangkan dari memori ram untuk menyimpan ram yang dibutuhkan oleh youtube. Sehingga jika kita membuka lagi game hago maka kita akan memulai game dari awal.

Pendekatan decompressing ini dilakukan baik di Iphone maupun di Android, keduanya memiliki teknik yang sama untuk melakukan hal ini, Jadi keduanya sama - sama menggunakan teknik ini. Pertanyaan selanjutnya.

Apakah IOS Membutuhkan Lebih Sedikit RAM Dibandingkan Android?

Terus apa yang menjadikan Iphone terlihat lebih cepat? Kenapa disetiap Iphone mengeluarkan perangkat baru mereka jarang sekali upgrade memori RAM, seperti yang dilakukan perangkat dengan OS Android?

Sebenarnya permasalahannya bukan di penggunaan RAM. Android authority membandingkan dua perangkat, yaitu Iphone 7 dan Nexus 5X. Keduanya sama - sama memiliki RAM 2GB, dan layak disandingkan. Dalam penjelasannya bahwa saat proses booting fakta yang ada bahwa Iphone 7 membutuhkan lebih banyak daripada Nexus 5X, jadi bisa dikatakan bahwa IOS membutuhkan lebih sedikit RAM dibandingkan Android dalah mitos.

Belum lagi beberapa fakta penggunaan memori RAM pada aplikasi yang berjalan di kedua perangkat Iphone 7 dan Nexus 5X : 
Sumber : androidauthority
Dari diagram tersebut diketahui perbedaan jumlah memori RAM yang digunakan di OS Android dan IOS. Terlihat perbedaannya tidaklah signifikan, ya memang ada perbedaan tapi perbedaannya hanya sekitar 3% dan tidak sebesar yang saya pikirkan sebelum saya mengetahui fakta ini.

Terus apa yang menyebabkan Iphone dengan OS IOSnya terasa lebih cepat? Ini dia rahasianya.

Hal ini terkati dengan compressing teknik yang dilakukan oleh Android dan IOS. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa smartphone menggunakan teknik ini untuk mengatasi permasalahan yang dihadaoi RAM saat memoriya penuh. 

Singkatnya di IOS mereka menerapkan teknik yang sama yaitu compressing teknik seperti yang dilakukan Android tapi dibeberapa test yang dilakukan IOS lebih sering membuang beberapa aplikasi yang tidak digunakan daripada OS Android. Jadi bisa dikatakan IOS memiliki teknik yang lebih bagus dalam manajemen proses di RAM sehingga aplikasi dapat berjalan dengan optimal tanpa harus meningkatkan memori RAM yang ada. Berbeda dengan Android yang tetap menyimpan memori hingga RAM penuh, namun berdasarkan tes yang dilakukan sangat jarang untuk menghapus memori RAM yang sedang berjalan.



Teknik yang digunakan Apple ini menurut saya sangat cerdas, tapi teknik ini sampai sekarang belum diungkapkan ke publik dan masih menjadi misteri. Itulah sebabnya mengapa kita jarang mendengar mengenai peningkatan memori RAM yang ada di Iphone.

Kesimpulan 

Bagaimanapun juga IOS dan Android tidak memiliki perbedaan dalam penggunaan RAM di device mereka, walaupun terdapat perbedaan yang kecil namun perbedaan tersebut tidaklah menjadi penyebab kenapa IOS terlihat lebih cepat daripada Android. Hal yang menjadi permasalahan disini adalah manajemen RAM yang digunakan IOS dan Android sedikit berbeda. IOS bisa mengatur dan mengoptimalkan aplikasi background dengan maksimal, sedangkan Android menggunakan penambahan RAm untuk mengatasi masalah RAM. Menurut saya dua pemecahan masalah ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang sama yaitu user-experience, atau kepuasan pelanggan. 

Jadi apakah penjelasan kali ini cukup jelas untuk dipahami? Jika kalian merasa artikel ini berguna dan bermanfaat bisa kalian share ke teman - teman kalian, atau jika kalian punya pendapat berbeda silakan cantumkan di kolom komentar ya? Terimakasih!

Baca artikel lainnya di blog yokiandika :