Ads

Depresi : Gejala, Tanda, dan Cara untuk mencegah Depresi


Di artikel ini kita tidak akan membahas tentang drama dan game tapi suatu hal yang menarik yaitu depresi.

Kenapa depresi? Gejala dan tanda - tanda depresi itu seperti apa? dan tentu saja cara untuk melewati masa masa depresi. Penyakit ini bisa terjadi di mana saja dan diumur berapa saja, kita ingin memberikan informasi berdasarkan fakta dan pengalaman yang terjadi di sekitar kita untuk mengenal lebih jauh mengenai depresi.

Depresi merupakan sebuah penyakit mental yang sangat jarang diketahui orang namun sangatlah berbahaya. Depresi sering berhubungan dengan perasaan kegelisahan yang terjadi secara beruntun dalam waktu lama.

Dan jika depresi dibiarkan tanpa adanya pertolongan akan menyebabkan dari berkurangnya kesehatan, atau bisa menimbulkan hal mengerikan seperti bunuh diri.

Menurut WHO Indonesia menempati posisi ke 2 setelah India yang memiliki gejala depresi dan kegelesihan tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa orang - orang di indonesia sangat membutuhkan bantuan dalam hal mengatasi depresi ini.

Sumber :  Global Burden of Disease study 2015  (http://ghdx.healthdata.org/gbd-results-tool) dan  Global Health Estimates 2015  (http://www.who.int/healthinfo/global_burden_disease/en/)

Penyebab Depresi

Bayangkan tiba - tiba orang yang kamu sayangi mengabari entah itu telpon atau message, dia bilang membutuhkan bantuan kamu, dia juga mengatakan kalau dia hampir saja bunuh diri karena suatu hal.

Nah kita mencoba mengetahui penyebab depresi, dilihat dari beberapa sumber penyebab depresi sangarlah banyak dan beragam. 

Menurut beyondblue , depresi disebabkan oleh gabungan kejadian yang terjadi saat ini dan kejadian masa lalu yang tidak ditangani dengan benar.

Sebagai contoh mudah adalah dipecat dari pekerjaan yang kemudian penderita mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan, atau masalah relationship, dan masalah personal atau pribadi.

Kita akan mencoba menggali satu persatu penyebabnya : 

1. Personal Issue (Masalah Pribadi)

Masalah pribadi secara umum merupakan penyebab terjadinya depresi bagi seseorang. Ada beberapa pembagian atau faktor dari personal issue yaitu :

  • Faktor Keluarga dan lingkungan : Secara genetik memang terbukti beberapa faktor genetik bisa menjadi penyebab terjadinya depresi, namun yang lebih besar faktornya adalah lingkungan keluarga yang tidak nyaman sangat memungkinkan penyebab depresi. Sebagai contoh tekanan dari keluarga atau keluarga yang broken, dll. Beberapa kejadian juga terjadi karena kekerasan yang ada dikeluarga.
  • Personality : Sifat yang dimiliki seseorang berbeda - beda. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk berekspresi. Orang - orang dengan sifat yang negatif, kurang percaya diri, ataupun tertutup akan lebih beresiko untuk terserang depresi ini.
  • Fator kesehatan : Orang yang mengalami gangguan kesehatan tertentu atau penyakit akut akan lebih beresiko untuk terserang depresi juga. Karena mereka akan sangat putus asa dan sulit menghadapi penyakitnya.
  • Penggunaan obat - obatan terlarang dan alkohol yang berlebihan : Beberapa penelitian menyebutkan bahwa salah satu dari penyebab depresi terbanyak adalah drug abuse atau penggunaan obat - obatan teralarang. Sebagai contoh musisi atau vokalis utama linkin park yang bunuh diri karena terserang depresi akibat obat - obatan.

2.  Pengalaman yang tidak mengenakan 

Harus kita akui bahwa kita semua pernah mengalami suatu kejadian pahit yang membuat kita sangat down atau putus asa. Kejadian seperti ini jika tidak kita selesaikan akan sangat berpengaruh dengan kehidupan kita dan dalam jangka panjang akan bisa menimbulkan depresi.

Sebagai contoh mencari pekerjaan, dipecat dari pekerjaan, nilai atau ipk yang jelek, gagal dalam perkuliahan atau Drop Out, dll. 

Kejadian atau pengalaman masa lalu tersebut jika kita hubungkan dengan keadaan yang tidak mengenakan sekarang akan menjadi pemicu terjadinya depresi.


Nah, dua faktor tersebut merupakan penyebab terjadinya depresi, namun perlu diketahui bahwa tidak selalu 2 faktor tersebut menjadi penyebab depresi. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya depresi. Untuk mengetahui lebih lanjut disarankan untuk bertemu dan berkonsultasi dengan tim medis, sehingga kita dapat mengetahui penyebab pasti dan cara mengatasi depresi.

Gejala awal depresi :

  • Merasa hilang antusias untuk beberapa aktifitas
  • Kurang tidur atau terlalu banyak tidur 
  • Bertambahnya nafsu makan atau berkurangnya nafsu makan 
  • Memiliki pikiran negatif seperti "apa yag akan terjadi jika aku tidak ada?" atau lebih parahnya berpikiran bunuh diri
Gejala tersebut sebenarnya tidak bisa dijadikan pacuan namun jika kalian merasakan hal tersebut tidaka ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Kemudian kita akan membahas cara mengatasi kegelisahan dan depresi ringan yang bisa kita lakukan agar kita mampu menghadapi.

Menurut para ahli depresi sebenarnya bisa dicegah dan diobati, karena seperti yang kita ketahui depresi adalah gabungan dari kejadian - kejadian yang tidak mengenakan yang dibiarkan menumpuk dan akhirnya kita tidak kuat menerimanya. Beberapa ahli percaya dengan pencegahan, walaupun untuk beberapa kasus memerlukan pengobatan medis namun tidak ada salahnya untuk bisa mencegah sedini mungkin.

Nah berikut adalah cara untuk mencegah depresi dan stress yang berlebihan : 

Pencegahan Depresi

1. Hindari minuman beralkohol dan obat - obatan terlarang

“Alcohol is a depressant, and many street drugs deplete serotonin and dopamine, which are important neurotransmitters in relation to mood,” - Dr. Marusak
Obat - obatan terlarang harusnya menjadi perhatian bagi kita sendiri dan pemerintah. Selain tidak ada gunanya untuk kesehatan kita, hal ini bisa merusak kesehatan mental dan kesehatan fisik secara bersamaan.

Obat - obatan terlarang dan alkohol menurut Dr Marusak yang dapat mengganggu kinerja enzim serotonin dan dopamine yang menimbulkan efek pada mood kita sehingga akan menyebabkan kita bermasalah dengan proses sosialisasi kita.

Para ahli seperti Dr Marusak juga menganjurkan untuk menghindari alkohol dan obat - obatan bahkan jika hanya untuk bersosialisasi.

2. Jaga kesehatan fisik 

Jika kita pernah mendengar kata - kata latin yang sangat klasik yaitu "mens sana in corpore sano" yang berarti di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat, kata - kata ini memang ada benarnya.

Kesehatan mental dan fisik sangatlah berpengaruh satu sama lain dan saling berhubungan. Saat kita akan terserang depresi biasanya kita akan merasa sangat tidak termotivasi, kita enggan untuk melakukan apapun. Hal terbaik untuk mencegah hal tersebut adalah dengan menjaga fisik kita tetap bugar dan sehat.

3. Olahraga teratur 

Olahraga adalah yang sangat penting namun sering kita abaikan. Selain baik untuk menjaga kesehatan fisik, olahraga juga akan membuat kesehatan jiwa tetap terjaga. 

Dari segi medis saat kita berolahraga kita akan mengeluarkan enzim endorphin atau yang sering para pakar sebut dengan enzim kebahagiaan. Olahraga juga berfungsi untuk memaksa kita keluar dari masa - masa sebelum terjadinya depresi karena kita akan disebukkan dengan segala aktifitas yang tentunya bermanfaat.

Nah, memang sangat sulit untuk membentuk kebiasaan berolahraga, namun dengan berolahraga teratur kita tidak akan rugi dan akan mendapat banyak sekali keuntungan.

4. Berhenti menyalahkan diri dan belajar apresiasi diri 

Terkadang motivasi diri sendiri tidaklah cukup. Menurut beberapa ahli kita akan cenderung tidak menghargai sesuatu yang gratis, kita harus memberikan sesuatu kepada diri kita sendiri, kita sebut dengan mengapresiasi diri kita atau memberi rewards.

Coba dengan beberapa hobi yang kamu punya, jika kamu punya hobi jalan - jalan maka tidak ada salahnya ketika kamu merasa stress akibat pekerjaan, dll kamu bisa meluangkan waktu untuk jalan - jalan. 

Atau apapun itu beri penghargaan kepada diri kamu sendiri, seperti membeli sepatu baru untuk diri kamu sendiri, pasti kalian sering memberi hadiah untuk pacar? keluarga? nah, luangkan waktu untuk memberi diri kamu sendiri hadiah agar kamu bisa merasakan kebahagiaan yang berasal dari diri kamu sendiri.

Selain itu berhenti untuk "selalu" membandingkan diri kita dengan orang lain juga merupakan salah satu cara agar kita tidak menyalahkan diri kita. Saya sering mendengar kata - kata dalam bahasa jawa seperti "kowe penak" atau kata - kata "aduh kok dia bisa kurus amat ya?". Kita memang harus mencotoh atau melihat kesuksesan orang lain sebagai motivasi, namun terlalu sering membandingkan malah akan menjadi senjata simalakama bagi diri kita sendiri.

5. Bicarakan dengan orang yang kamu percayai 

Pernahkan kalian merasakan kalian mempunyai masalah yang tidak pernah kalian bicarakan dengan siapapun dan akhirnya kalian merasa sangat tertekan? 

Beberapa orang memang sangat jarang untuk menceritakan masalah yang menimpa mereka. Pilihlah beberapa orang yang kamu percayai seperti keluarga, sahabat atau siapapun untuk menceritakan masalah yang menimpamu, selain meringankan beban kalian, bisa jadi mereka mempunyai alternatif jalan keluar yang membantu kalian. Selain itu sahabat, keluarga harusnya dan wajarnya akan membantu kamu untuk mendukung kalian, jadi jangan berpikir kalian sendiri tidak memiliki pertolongan.

6. Mulai bangun kepercayaan diri 

Percaya diri sendiri sangatlah sulit, sebagai manusia biasa kita akan cenderung memikirkan sesuatu yang negatif. Menurut buku "The Happiness Trap" didalam pikiran seseorang 80% nya berisi pikiran negatif.

Menurut psychology today, kita tidak harusnya melawan pikiran negatif tersebut melainkan memberikan trik untuk mengatasinya. Sebagai contoh jika kita berpikiran bahwa kita tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik kita bisa menyanyikan pikiran itu dengan nada - nada, dan kita akan merasa menjadi lebih baik.

Kesimpulan 

Depresi sangatlah berbahaya dan merupakan sebuah penyakit yang bisa dibilang "silent killer". Namun bukan berarti kita tidak bisa mencegah dan mengobatinya.

Tidak ada salahnya kita selalu melakukan tindakan pencegahan agar tidak menjadi berbahaya bagi kita. Semoga artikel ini membantu ya teman - teman. Silahkan share pengalaman kamu di kolom komentar ya?  

0 Response to "Depresi : Gejala, Tanda, dan Cara untuk mencegah Depresi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel